Tentang Akbar Tandjung

Sabtu, 15 Desember 2007
Dalam setahun ke depan, barangkali aku akan semakin banyak mengomentari para tokoh. Ya, pekerjaan sebagai analis politik memungkinkan itu. Ini komentar tentang AT. 

Indo Pos, Sabtu, 15 Des 2007,
Butuh Kepastian Kendaraan Politik


Popularitas Akbar Tandjung sebagai cawapres 2009 masih rendah. Itu tampak dari hasil survei terbaru Indo Barometer yang dirilis Kamis (13/12). Dalam hasil survei itu, nama Akbar tidak terjaring masuk delapan besar. Bahkan, melalui pertanyaan tertutup dengan 15 alternatif, Akbar hanya berada di urutan keempat dengan 6,4 persen. Dia tertinggal jauh dibandingkan dengan Jusuf Kalla (JK) yang memperoleh 25,3 persen. "Akbar masih kalah dari JK karena publik menilai Akbar belum memperlihatkan kepastian akan menggunakan kendaraan politik apa pada 2009," kata analis politik dari CSIS Indra Jaya Piliang kemarin (14/12).

Menurut Indra, penjelasan itu lebih masuk akal. Sebab, pengenalan publik terhadap sosok Akbar cukup tinggi, yakni 87,9 persen dengan tingkat kesukaan mencapai 62,9 persen. "Bedanya, JK sudah punya kendaraan yang pasti, yakni Golkar," tandasnya.

Indra bahkan menyampaikan, bila Golkar sudah memutuskan untuk mencalonkan JK sebagai presiden, elektibilitas JK pasti naik. "Saat ini, mengapa bursa capres hanya didominasi SBY dan Mega? Ya karena dua orang itu punya partai yang jelas-jelas mendukung," ujarnya.

Dalam analisis Indra, publik cukup cerdas dalam menilai. Ada tidaknya kendaraan politik yang akan mengusung calon-calon terkait, lanjut dia, menjadi salah satu parameter penilaian itu. "Maka, agak sulit juga kalau hanya mengandalkan Barindo," katanya.

Indra menyebut, Akbar harus mampu meyakinkan publik bahwa ada parpol yang siap mem-back up dirinya. Lebih baik lagi jika parpol itu adalah Golkar. Meskipun Akbar pernah menyatakan tidak berminat lagi untuk bersaing memperebutkan kursi Ketum Golkar yang kini masih dijabat JK, lanjut dia, bukan tidak mungkin Akbar naik sebagai ketua Dewan Pembina Partai Golkar. "Intinya, Akbar harus punya jaminan partai," tegasnya.

Tapi, benarkah Akbar masih punya prospek? "Bagaimanapun, publik tetap melihat Akbar sebagai sosok negarawan yang sudah melintasi tahap-tahap krusial di dunia politik," jawabnya.

"Tapi, itu juga bergantung siapa pasangan capres yang akan dipadukan dengan Akbar," imbuhnya. (pri)

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com