Jangan Presiden By Iklan

Selasa, 5 Agustus 2008

Indra J Piliang: Jangan Sampai Dapat President by Iklan

Rafiqa Qurrata A - detikNews

Jakarta - Sering lihat TV? Jika iya, maka anda akan sering melihat bahkan sampai bosan dengan iklan tokoh politik. Sudah jadi rahasia umum, para tokoh itu beriklan untuk maju pada Pilpres 2009.

Pengamat politik dan peneliti CSIS Indra Jaya Piliang mengkritisi kondisi tersebut. Ia memilih menjadi caleg terlebih dulu. Ia lantas mengimbau sejumlah tokoh mengikuti jejaknya.

“Ini juga pesan bagi capres lain seperti Fadjroel (Fadjroel Rachman) dan Celi (Rizal Mallarangeng), ya secepatnya masuk parlemen. Jangan tiba-tiba hanya mengandalkan popular vote, basis-basis popularitas. Tetapi juga basis elektoral. Nanti bisa-bisa kita mendapat president by iklan, by popularity,” kata Indra.

Hal itu dia sampaikan saat berbincang dengan detikcom, Selasa (5/8/2008).

Meski demikian, Indra yang akan berlaga dalam Pemilu 2009 ini tidak memaksa kalangan pengamat dan aktivis harus menekuni politik praktis. Hal itu dinilainya menjadi kebebasan masing-masing.

“Kalau saya sih, saya bersedia menjadi eksperimen, jadi kelinci percobaan. Biar saja kalau memang harus ke tempat yang katanya sangat menakutkan sekalipun. Karena tidak semua orang berani,” ujarnya.

Indra pun mengaku tidak takut jika nantinya terpaksa memiliki banyak musuh. Dia akan berusaha total di politik sebagai jalan hidupnya

“Saya merasa umur saya yang 36 tahun sudah tua sekali jika hanya sebagai pengamat. Biarlah nanti analis-analis baru muncul,” tandasnya.

Indra akan mengumumkan perubahan statusnya dari pengamat politik menjadi politisi pada Rabu 6 Agustus 2008 di Auditorium Universitas Paramadina, Jakarta. Dia mengaku telah terdaftar sebagai caleg dari daerah pemilihan Sumatera Barat II yang diusung salah satu parpol.(fiq/iy)
» KOMENTAR (1)
  • mengomentari orasi indra kemarin ada bebarapa hal yang dapat dilakukan untuk pengembangan kapasitas nagari, terutama ekonomi nagari:

    (a) mengkuantifikasi potensi nagari dan mengembangkan skenario sinergi berbagai potensi bagi manfaat ekonomi nagari yang dimulai dengan menghitung aset nagari berupa lahan ulayat, hutan nagari, sumberdaya air, pasar nagari, sarang burung walet, ulayat yang dipakai pemerintah/investor, dan berbagai aset lainnya. Selanjutnya menyusun business plan berdasarkan keunggulan potensi setempat yang dikonsultasikan dalam musyawarah nagari.
    (b) Berdasarkan business plan, dilakukan inisiasi berbagai kelompok masyarakat (misalnya kelompok tani) tentang pembangunan ekonomi nagari. Seluruh masyarakat nagari terlibat dalam berbagai kelompok usaha yang diminatinya.
    (c) Menyusun usulan “ulayat nagari baru” berupa kepemilikan HGU yang diajukan kepada pemerintah atau merekomendasikan penetapan ulayat khusus bagi pengembangan ekonomi nagari (misalnya ulayat danau dengan luas tertentu dikelola oleh nagari).
    (d) Berdasarkan basis potensi dan peluang bisnis nagari, mengembangkan berbagai kelembagaan usaha nagari berbasis kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Institusionalisasi ini kelak akan bermuara ke bentuk Koperasi nagari sesuai hakikat basis ekonomi komunal partisipatif. Namun dapat pula berkembang dengan memiliki berbagai anak usaha mengurus bisnis spesifik yang sifatnya perseroan dimana koperasi nantinya berubah peran menjadi perusahaan induk/holding company.
    (e) Koperasi nagari dengan berbagai unit bisnis sebagai anak perusahaan mengelola bisnis nagari dalam skala ekonomi yang relevan. Pengeloaan transparan, menerapkan prinsip akuntabilitas komunal dan berupaya meningkatkan kinerja secara maksimal. Untuk modal dilakukan berbagai kerjasama, dengan prinsip tidak merubah kepemilikan aset ulayat nagari.
    (f) Perlu dukungan infrastruktur dari pemerintah, (seperti cold storage dan gudang untuk hasil pertanian dan perikanan; lembaga keuangan nagari serta sarana pemasaran). Sinergi antara dukungan infrastruktur dan kesiapan lembaga ekonomi nagari serta partisipasi penuh seluruh anak nagari, maka menimbulkan timbul kemandiran ekonomi nagari.
    (g) Tugas pelayanan publik pemerintah berikutnya adalah mengembangkan pemasaran bersama yang merupakan asosiasi milik koperasi nagari-nagari yang dilengkapi: (1) fasilitasi pasca panen seperti gudang, processing lanjut, pengepakan dan pengapalan; (2) dukungan lembaga keuangan; (3) lembaga yang memiliki legitimasi dari usaha nagari dalam membuka kontrak kerjasama dengan berbagai pihak, dalam dan luar negeri.


    Dr. Genius Umar
    (Alumni SMA 2 Pariaman

    Posted by Dr. Genius Umar on August 7th, 2008, 03:41:28 AM

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com