Indra-Ambia Selesaikan Studi S2 di UI
Selasa, 2 September 2008
Sumber : Padang Ekspres, Senin, 01 September 2008Padang, Padek—Dua politisi nasional muda asal Sumbar menyelesaikan jenjang pendidikan magisternya di Universitas Indonesia (UI), Sabtu (30/8) lalu. Keduanya yakni, Indra Jaya Piliang dan Ambia B Boestam. Keduanya menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI dalam waktu dua tahun.
Indra lulus dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,6 pada Jurusan Ilmu Komunikasi. Dalam tesisnya yang berjudul “Bouraq-Singa Kontra Garuda sebagai Lambang Perlawanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terhadap Negara Republik Indonesia (NRI): Kajian Semiotika dalam Perspektif Komunikasi Antar-Budaya”, Indra mengupas akan pentingnya dialog untuk mencapai perdamaian.
Menurutnya, kasus Aceh salah satu contohnya. Di mana kekerasan dan perperangan tak begitu menguntungkan untuk menyelesaikan persoalan. Malahan sebaliknya, dialog antarbudaya jelas tepat untuk menyelesaikan persoalan yang ada. “Artinya, penyelesaian konflik melalui dialog jauh lebih efektif ketimbang tindakan represif lainnya,” tukas Indra yang saat ini menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) II Sumbar melalui Partai Golkar.
Indra menuntaskan keterlibatan secara emosional dan intelektual atas persoalan Aceh dalam tesis tersebut. Semula, sebagaimana ditulis dalam kata pengantar tesis itu, ia ingin menulis tentang Organisasi Papua Merdeka, Republik Maluku Selatan dan GAM sekaligus, tetapi menyadari betapa luasnya studi yang harus dilakukan. Ia berjanji bahwa dalam studi doktoralnya, Ia akan menulis lagi soal Aceh, Papua dan Maluku itu, entah dalam sudut pandang apa.
Tak jauh beda dengan Indra, Ambia B Boestam yang juga bacaleg DPR RI Dapil II Sumbar melalui Partai Amanat Nasional, lulus dengan IPK 3,5 predikat sangat memuaskan pada Jurusan Manajemen Komunikasi. Dalam tesisnya yang berjudul “Upaya Mengangkat Citra Partai” Ambia menuturkan langkah-langkah yang perlu diambil partai untuk mengangkat citranya di tengah masyarakat.
“Banyak cara yang bisa dilakukan partai untuk mengangkat citranya, salah satunya membuat kebijakan yang bersifat afirmatif. Yakni, kebijakan yang cenderung memihak kepada masyarakat. Langkah ini pernah diambil PAN sewaktu menyikapi kenaikan BBM. Dalam persoalan ini, PAN mengambil posisi yang bersemberangan dengan pemerintah dengan menolak kenaikan BBM tersebut,” jelasnya. (rdo)
Berita Sebelumnya
» KOMENTAR (3)
-
Selamat. Semoga bermanfaat bagi rakyat.
Posted by Arifin Purwakananta on October 11th, 2008, 07:09:45 AM -
Selamat Bang Indra. Apakah saya bisa dapat tesis bang Indra yang kederangannya sangat menarik.
Rizwan di Aceh
Posted by Rizwan on September 6th, 2008, 11:22:01 AM -
maju terus bung Indra, Pegang prinsip kebenaran, Insya Alloh, Alloh menerangi jalan Anda.
salam
Posted by agusset on September 4th, 2008, 09:18:38 AM