Golkar Berhemat, PDIP Tenang Saja
Rabu, 15 October 2008
Sumber : Detik.ComSelasa, 14/10/2008 15:28 WIB
Dampak Krisis Global Pada Parpol
Golkar Berhemat, PDIP Tenang Saja
Deden Gunawan - detikNews Jakarta - Pemasangan bendera-bendera Partai Golkar di sejumlah lokasi strategis pada saat kampanye dipastikan akan berkurang. Bukan itu saja, pengadaan t-shirt untuk kader dan simpatisan partai berlambang pohon beringin tersebut juga akan dikurangi. Setidaknya ada pengurangan mutu bahannya.
Pembatasan tersebut mengingat adanya penghematan anggaran yang dilakukan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar akibat adanya krisis ekonomi global. "Jujur saja krisis global berdampak pada persiapan Golkar menghadapi Pemilu 2009," ujar Ketua Bapilu Partai Golkar Firman Subagyo saat dihubungi detikcom, Selasa (14/10/2008).
Dampak krisis global terhadap Golkar lantaran pendanaan partai didominasi oleh konglomerat yang berada di belakang partai tersebut. Dan para konglomerat Golkar umumnya banyak yang melakukan investasi di pasar modal. Nah, ketika krisis melanda lantai bursa, banyak pengusaha "berjas kuning' yang ikut terhantam.
"Pengusaha nasional selama ini muara investasinya ada di pasar modal. Oleh karena itu gejolak di pasar modal tentu berdampak bagi para pengusaha, terutama pengusaha pendukung Golkar. Dan hal itu tentunya berdampak juga terhadap persiapan Golkar di Pemilu 2009," jelas Subagyo.
Salah satu konglomerat di Golkar yang terkena dampak krisis adalah Aburizal Bakrie. Pekan lalu, enam perusahaan milik keluarga orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes tersebut, harga sahamnya anjlok. Padahal keluarga Bakrie merupakan salah satu penyokong dana terbesar bagi partai Golkar.
Namun untuk mengatasi seretnya dana dari pengusaha-pengusaha Golkar yang terhantam krisis, Bapilu Golkar berupaya melakukan antisipasi dengan merubah beberapa alat peraga partai. Selain itu, Golkar juga akan menghindari kegiatan kampanye yang sifatnya hura-hura dan menghamburkan uang.
"Saat ini kita (Bapilu) dituntut untuk berfikir kreatif untuk mengatasi pendanaan kampanye. Krisis berakibat pada berubahnya perencanaan kampanye," aku Subagyo.
Namun di balik krisis tersebut, kata Subagyo, ada hikamahnya. Sebab, lanjutnya, Bapilu Golkar akan lebih memfokuskan pendekatan kampanye secara dialogis atau yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di tingkat basis. Misalnya dengan membuat buku-buku petunjuk tentang bertani dibanding menggunakan alat-alat peraga kampanye seperti yang selama ini dilakukan.
Lain Golkar lain pula PDIP. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini mengaku tidak mengalami dampak terkait krisis pasar modal, sekalipun partai berlambang banteng moncong putih tersebut juga didukung oleh sejumlah konglomerat.
Alasannya, kata Budi Mulyaman, salah satu anggota Bapilu DPP PDIP, "Golkar itu kan incumbent. Jadi banyak pengusaha-pengusaha yang merapat ke partai itu karena ingin cari keuntungan sesaat. Dan ketika ekonomi sedang mengalami krisis mereka punya alasan untuk tidak membantu partai. "Mereka akan bilang 'gue lagi krisis' sehingga tidak bisa membantu banyak," ujar Budi Mulyaman.
Sedangkan PDIP, kilah Budi, sekalipun didukung konglomerat, namun mereka sekaligus pejuang partai. Jadi dalam kondisi apapun para 'konglomerat merah' akan tetap komitmen untuk membantu pembiayaan partai.
Sementara salah seorang fungsionaris PDIP di DPD DKI Jakarta justru mengatakan, PDIP saat ini memang tidak mengalami hambatan dalam penggalangan dana, lantaran pengumpulannya sudah dilakukan sejak lama termasuk saat Mega menjadi presiden.
Tapi yang jelas, kata pengamat ekonomi yang juga anggota DPR Drajad Wibowo, krisis pasar modal akan berimbas ke semua partai yang akan menghadapi Pemilu 2009. Menurut Drajad, para capres dan caleg akan berhemat karena mereka tidak dapat lagi mengandalkan pembiayaan kampanye dari pasar modal dan bantuan konglomerat.
(ddg/iy)
Berita Sebelumnya