Imam Sugema Tim Pakar Megawati
JAKARTA, KAMIS - Jelang Pemilu 2009, figur pengamat stok-nya sudah
mulai 'habis'. Sebelumnya, pengamat politik dari CSIS Indra J Piliang
memilih menjadi calon anggota legislatif dari Partai Golkar. Baru-baru
ini, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicated (SSS) Sukardi
Rinakit secara jujur mengaku sudah tidak bisa independen lagi karena
menjadi tim sukses Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai salah seorang
capres.
Yang terbaru, pengamat ekonomi dari Tim Indonesia Bangkit (TIB) Imam
Sugema, meski tak secara tegas, sudah masuk dalam tim ekonomi Megawati
Soekarnoputri. Dosen Institut Pertanian Bogor, ekonom INDEF serta
Direktur International Center for Applied Finance and Economics
(InterCAFE) ini, pertama kali muncul sebagai tim ekonomi Megawati saat
PDI Perjuangan resmi melaunching jargon politiknya untuk Pemilu 2009,
Perjuangkan Sembako Murah di Megawati Institute, Kamis (27/11).
"Yang jelas, saya memang membantu Megawati Institute. Terserah kalau
ada yang mengatakan saya tidak independen lagi," kata Imam Sugema saat
dikonfirmasi.
Ia kemudian membantah, bila dikatakan sudah resmi menjadi bagian dari
PDI Perjuangan. Keberadaannya di Megawati Institute, tak lain hanya
sebatas membantu. Namun, saat ditanya lagi apakah nantinya akan resmi
masuk?
"Belum, saya tim pakarnya. Untuk sementara ini membantu Megawati
Institute dan berada di luar struktur partai. Saya kan pegawai negeri,
jadi nggak boleh terlalu terang-terangan ikut dalam parpol," kilahnya.
Ekonom muda ini memang tergolong sukses di bidangnya. Di INDEF, Imam
Sugema berkumpul dengan para ekonom-ekonom muda seperti Drajad Wibowo,
Afiliani, Bustanul Arifin serta Fadhil Hasan.