Berita Visi Indonesia 2033

Rabu, 10 Desember 2008
Sumber : Jawa Pos, Kompas, Ujungpandang Ekspres

[ Jawa Pos, Rabu, 10 Desember 2008 ]
Wacana Ibu Kota Diusulkan Pindah ke Kaltim Atau Kalteng

JAKARTA - Wacana pemindahan ibu kota negara kembali terdengar. Ide kali ini, pusat pemerintahan dipindah dari Jakarta ke luar Jawa. Dua pilihan, Kalimantan Timur atau Kalimantan Tengah.

''Lokasi pantai timur Kalimantan cukup strategis dan posisinya di tengah-tengah,'' kata Direktur Eksekutif CIRUS Surveyors Group Andrinof A. Chaniago dalam pemaparan visi Indonesia 2033 di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin (9/12).

Menurut dia, kebutuhan untuk memindahkan ibu kota negara sudah sangat mendesak. Dia mengingatkan adanya prediksi Jakarta mengalami kemacetan total pada 2014. Belakangan, kata Andrinof, prediksi itu malah sudah direvisi menjadi 2011. ''Jadi, persiapan pemindahan seharusnya bisa dimulai pada 2010,'' ujar dosen FISIP Universitas Indonesia tersebut.

Gagasan visi Indonesia 2033 dirumuskan bersama Ahmad Erani Yustika, dosen Universitas Brawijaya yang kini menjadi direktur utama Indef.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Sekretaris FPAN�DPR Yasin Kara, Wakil Ketua Panggar DPR Harry Azhar Aziz, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Halida Hatta, caleg Partai Golkar Nurul Arifin dan Indra J. Pilliang, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, serta Bambang Sulistomo, putra pahlawan nasional Bung Tomo.

Wacana pemindahan ibu kota tersebut juga sempat muncul pada era Orba. Tapi, lokasi yang ditawarkan masih di sekitar Jakarta. Beberapa alternatif yang pernah disodorkan, antara lain, Jonggol, Bogor; Serang bagian selatan; Bogor Selatan; dan Subang, Jabar.

Andrinof menyampaikan, daya dukung lingkungan dan sumber daya air di Jawa sudah sangat memprihatinkan. Tidak berimbang dengan kebutuhan 59 persen penduduk Indonesia yang bermukim di atasnya. (pri)

Kebangsaan
Indonesia Masih Punya Harapan
Kompas, Rabu, 10 Desember 2008 | 00:16 WIB
Jakarta, Kompas - Indonesia masih mempunyai harapan jika bangsa ini mau serius membuat visi Indonesia dan memiliki kepedulian dengan nasib bangsa ini. Di antaranya dengan menerapkan prinsip pembangunan yang responsif terhadap perkembangan yang tidak seimbang, seperti pembangunan Jawa dan luar Jawa, serta perkotaan dan pedesaan.

Demikian pemaparan dosen ilmu politik Universitas Indonesia, Andrinof A Chaniago, tentang visi Indonesia 2033, Selasa (9/12).

Dalam kondisi bangsa yang terkena dampak krisis, Andrinof mengatakan perlu usaha untuk mengubah paradigma pembangunan. Pembangunan ke depan perlu memberikan prioritas terhadap sektor ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja dan menyediakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

”Kita juga perlu mengoptimalkan fungsi-fungsi aset yang tidak terpakai atau pemakaiannya jauh di bawah kapasitas terpasang,” ujarnya.

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional, Yasin Kara, mengatakan, untuk mewujudkan visi Indonesia 2033 diperlukan pemimpin yang memahami problem bangsa, tahu solusi, dan mahir menerapkan strategi untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik sesuai solusi yang ditawarkannya.

Fungsionaris Partai Golkar, Indra J Piliang, mengatakan, gejolak ekonomi pada tahun 1950-an beranjak pada ide keinginan menerapkan otonomi. Namun, hingga kini problem otonomi yang ide dasarnya tidak lagi menjadikan Jakarta secara khusus dan Jawa secara umum, sebagai pusat industri dan pembangunan, masih perlu diperjuangkan. (MAM)

Ujungpandang Ekspres
Rabu, 10-12-2008 
Ibu Kota Layak Dipindahkan
 
JAKARTA, Upeks--Wacana pemindahan Ibukota RI ke wilayah Kalimantan Tengah atau Kalimantan Timur yang dilemparkan oleh pengajar Ekonomi Politik di jurusan Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Andrinof Chaniago, dinilai layak didiskusikan.
 
"Saat ini kemacetan di Jakarta sudah parah. Jarak tempuh dari satu departemen ke departemen lainnya sangat lama akibat macet. Pemindahan ibu kota juga dapat mengurangi kemacetan birokrasi. Pemindahan juga dapat mengurangi kemalasan birokrasi," ujar Indra J. Piliang, Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Golkar saat peluncuran Visi Indonesia 2033, Selasa (9/12) di Jakarta.

Visi tersebut dirancang oleh Andrinof, dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika. Indra juga mengatakan, pemindahan tersebut akan lebih baik jika dilihat dari sisi administratif/manajerialnya saja, seperti Canberra, Australia. Sementara itu, Jakarta, dan kota-kota lainnya tetap dapat menjadi kota industri.

Hal yang sama diungkapkan oleh politisi Partai Golkar Nurul Arifin. "Wacana pemindahan ibu kota sangat baik, terlebih jika hal ini didukung dengan memajukan waktu di Indonesia, sehingga sama dengan waktu di Hongkong, Singapura, dan Malaysia. Dengan demikian kita dapat menyamai langkah mereka," ujarnya.

Menurut Wakil Ketua III Partai Gerinda, Halida Hatta, masalah urbanisasi merupakan masalah kronis, yang memerlukan pemecahan yang serius. Dia berharap, wacana ini harus sampai pada implementasi di tingkat kebijakan politik. Dia mengakui, selama ini banyak melihat wacana dan penelitian bagus, yang hanya sebatas kertas. (Int Akbar)
 

 

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com