Berita Dialog Akhir Tahun Partai Golkar
PARTAI POLITIK: Prestasi Pemerintah Pompa Suara Golkar
JAKARTA (Lampost): Partai Golkar diyakini memenangi Pemilu 2009. Pasalnya, keberhasilan pemerintah akan berdampak positif bagi Partai Golkar, bukan hanya terhadap Partai Demokrat. Keyakinan itu dilontarkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla saat dialog akhir tahun di Kantor DPP Partai Golkar di Jakarta, Jumat (19-12). Dialog itu menghadirkan sejumlah pakar, seperti sosiolog Unair Daniel Sparringa, pakar politik Universitas Indonesia (UI) Eep Saefulloh Fatah, dan pakar komunikasi UI Bachtiar Ali. Selain itu, hadir mantan peneliti CSIS yang saat ini menjadi calon anggota legislatif (caleg) Golkar, Indra Jaya Piliang, dan wartawan senior Kompas Budiarto Shambazy. Kalla memaparkan berdasarkan sejumlah survei, tingkat kepuasan terhadap pemerintah cukup tinggi, mencapai 55%. Kalla yakin tingginya tingkat kepuasan tersebut juga akan memompa raihan suara Partai Golkar dalam Pemilu 2009. Menurut dia, popularitas Partai Golkar belum maksimal karena belum melancarkan kampanye. Partai Golkar akan melakukan kampanye besar-besaran menjelang pemungutan suara 9 April 2009. "Golkar belum ofensif betul. Orang Indonesia itu cepat lupa. Nantilah saat peak (puncak)," cetus Kalla. Indra J. Piliang justru mengkhawatirkan perubahan tata cara pemungutan suara akan mengakibatkan banyak suara tidak sah. "Bisa jadi ini yang akan membuat suara Golkar berkurang meski secara fundamental paling berpeluang menang," kata Indra. Bachtiar Ali juga menyoroti minimnya sosialisasi tata cara pemungutan suara oleh penyelenggara pemilu. Menurut dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) layak dipersalahkan jika angka golput tinggi pada Pemilu 2009. Eep Saefulloh Fatah menyoroti koalisi yang lebih disiplin dalam mendukung sistem presidensial. Menurut dia, koalisi disiplin akan terbentuk jika hanya beranggotakan 2--3 partai. "Jika koalisi beranggotakan sampai 10 partai seperti sekarang, disiplin sulit terwujud," ujarnya. n MI/U-1 |
Keyakinan tersebut disampaikan Kalla saat Dialog Akhir Tahun di kantor DPP Partai Golkar, Jumat (19/12). Dialog menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Daniel Sparingga, Eep Saefullah Fatah, Bachtiar Ali, Indra Piliang dan Budiarto Shambazy.
Pernyataan Kalla yang juga Wapres ini menepis anggapan Golkar berada pada posisi terjepit. Banyak yang menilai keberhasilan pemerintah lebih identik dengan Partai Demokrat. Celakanya ketidakberhasilan pemerintah justru akan turut mengotori Golkar.
Kalla menegaskan siapapun tidak bisa membantah sumbangsih besar Golkar di pemerintahan. "Bagaimana tidak, Ketua Umum Golkar adalah Wapres, Ketua DPR juga dari Golkar," tutur Kalla.
Kalla memaparkan sejauh ini tingkat kepuasan terhadap pemerintah cukup tinggi mencapai 55 persen. Ia yakin tingginya tingkat kepuasan tersebut juga akan memompa raihan suara Golkar dalam Pemilu 2009.
Lebih jauh, Kalla mengakui dalam sejumlah survei Golkar belum berada pada grid pertama. Namun itu lebih karena Golkar belum melancarkan kampanye ofensif. "Golkar belum ofensif betul. Orang Indonesia itu cepat lupa. Nantilah saat peak-nya," cetus Kalla penuh optimis.
Sementara itu, Indra Piliang yang juga caleg Partai Golkar mengkhawatirkan banyaknya kesalahan penghitungan suara akibat sistem pemilihan yang bergeser ke pencontrengan. Ia khawatir akan banyak suara yang tidak sah karena salah melakukan pencontrengan. "Bisa jadi ini yang akan membuat suara Golkar berkurang meski secara fundamental paling berpeluang menang," kata Indra.
Pernyataan senada juga meluncur dari Bachtiar Ali. Ia mengkritik KPU yang lemah dalam sosialisasi cara pencontrengan yang benar. "KPU sekarang paling irit bicara alias tidak mampu bersosialisasi," kecamnya. (Fud/OL-06)
"Golkar akan dan pasti menang di hati rakyat, namun secara teknis Golkar pasti kalah," ujar salah satu kader Golkar Indra J Piliang pada dialog akhir tahun DPP Partai Golkar, di Slipi, Jakarta Barat, Jumat (19/12/2008).
Dia menjelaskan bahwa mengenai teknis pemilu yang baru yakni dengan cara dicontreng, sangat rumit dan akan menyebabkan banyak kesalahan yang terjadi. Indra menilai akan banyak suara rusak dan menjadi tidak sah.
"Golkar pasti kalah jika sosialisasi teknis pencontrengan tidak benar dan gencar karena banyak yang akan salah dalam mencontreng," tambahnya.
Seperti diketahui, teknis pemilu sebelumnya adalah mencoblos gambar orang atau partai yang dipilih. Dalam Pemilu 2009, sistem tersebut diubah dengan cara mencontreng gambar orang atau partai yang dipilih.
(nov)
Jum'at, 19 Desember 2008 | 08:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengurus Pusat Partai Golkar mulai menggelar kampanye berbentuk dialog publik pada Jumat (19/12) ini. Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam dialog yang bertema "Partai Politik: Keterbukaan dan Seleksi Nasional".
Selain Kalla akan hadir pula para pembicara lain, seperti Bachtiar Ali, J Kristiadi, Imam Pasodjo, Daniel Sparingga, Budiarto Shambazy, Eep Saifullah Fatah, dan Indra J. Piliang, dalam acara yang dimulai pada pukul 14.00 WIB di aula Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, itu.
Golkar akan memprioritaskan kampanye berbentuk dialog publik menjelang pemilu legislatif pada 9 April 2009 mendatang. Hal ini untuk mengantisipasi sempitnya durasi waktu untuk menggelar kampanye rapat umum yang hanya berlangsung selama dua minggu.
-
ada yang punya dialog berita, kirim tolong!!! tugas smp
Posted by maslul on July 27th, 2011, 01:43:59 PM -
Dengan adanya hasil quick count Pemilu Legislatif 2009, dimana Partai Demokrat mengungguli Golkar, maka ada dua pilihan bagi Golkar tentang koalisinya:
1. Jika ‘mempertahankan’ koalisinya dengan Demokrat, maka sebaiknya untuk ‘mendampingi’ SBY tidak lagi JK, biarlah JK menjadi ‘suhu’-nya Golkar saja. Untuk itu, berilah kesempatan kepada kader dan tokoh Golkar yang lain untuk menjadi ‘pendamping’ SBY, dengan catatan Golkar secara organisasi tetap sebagai pendukung koalisi ini.
2. Jika tidak ‘berkehendak’ untuk berkoalisi dengan Demokrat, sebaiknya JK dengan kepala tegak tetap maju terus menjadi CAPRES dalam Pilpres 2009, berarti JK telah memberikan teladan baik sebagai politisi maupun sebagai negarawan di Negeri kita ini. Tak perlu takut kalah, Golkar kan sudah tua mengelola negara ini.
Terima kasih.
Posted by elfan on April 11th, 2009, 11:13:57 AM