Keprihatinan, Bagi Saudara-Saudara Petani Ikan di Maninjau

Rabu, 7 Januari 2009

Ikan-ikan mati lagi di Maninjau. Kerugian petani lebih dari 100 Milyar. Duh, sungguh petaka bagi petani-petani ikan di sana. Kerugian yang luar biasa.

 

 

Beberapa waktu lalu, saya keliling Maninjau, jumpa dengan salah satu petani ikan. Diskusi kemana-mana - termasuk soal mata pencarian utama sebagai petani ikan. Pak Tani yang cerdas dan well-informed ini mengeluhkan harga pelet ikan yang mahal. Ia juga menyatakan keheranan, kenapa Indonesia yang punya garis pantai yang begitu panjang tidak bisa bikin pabrik pelet alias tepung ikan, sebagai makanan ikan darat atau danau.

 

Saya takjub dengan pengetahuan bapak tua ini. 

 

Sekarang, mungkin bagi bapak ini, lebih banyak lagi yang dia pikirkan...

 

 

Bagi Anda yang membaca catatan saya ini, saya ingin bertanya, apakah ada yang tahu tentang sistem peringatan dini mencegah kerugian lebih besar? Adakah teknologi untuk mengukur ph atau "tensi" air yang mengandung belerang? Karena ikan-ikannya di keramba, tentu butuh waktu untuk belerang sampai ke air di permukaan dan mencemari seluruh area? Ikan di keramba kan dekat dengan permukaan, sementara sumber letusan belerang jauh di dasar danau.

 

Ikan-ikan mati ini terjadi juga tahun 1997 dan 2000.

Mohon pencerahannya, bila ada. Terima kasih sebelumnya.

» KOMENTAR (3)

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com