Benarkah Tim Sukses SBY-Boediono Tukang Jiplak?
OLEH: ARIEF TURATNO
BEBERAPA tokoh masyarakat dan pemuda yang saya kenal SMS kepada saya, mereka mengatakan, apakah tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono tidak punya isu orsinil? Saya balik bertanya, mengapa Anda mengatakan begitu? Mereka menjawab hampir senada, karena sebagian besar isu yang mereka lontarkan kepada publik adalah isu milik orang lain, isu yang sebenarnya bukan asli produk SBY maupun tim suksesnya. Persoalan dan pertanyaannya adalah apakah benar tudingan tersebut?
Dalam sebuah dialog yang dipancarkan salah satu stasiun televisi swasta, Senin (15/6) malam, juru bicara tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden HM Jusuf Kalla (JK)-Wiranto (Win), Indra J Piliang mengatakan, hampir semua produk kebijakan yang lahir di masa pemerintahan sekarang adalah karena peranan JK yang cukup besar. Termasuk lahirnya sejumlah peraturan dan perundangan yang dianggap sangat pro orang kecil, misalnya BLT, konpensasi pengalihan dari minyak tanah ke bahan bakar gas, perjanjian damai di aceh dan lain sebagainya.
Menanggapi pernyataan Indra J Piliang, juru bicara tim sukses SBY-Boediono,. Andi Alfian Mallarangeng mengatakan, apa pun prosesnya, apa pun yang ada di belakang semua persoalan itu. Namun fakta menyebutkan bahwa Presiden RI sekarang adalah SBY. Dan semua yang menandatangani produk peraturan dan perundangan bukanlah Wakil Presiden, tetapi Presiden. Dengan alasan itu Andi Alfian Mallarangeng menganggap apa pun produknya yang dihasilkan sekarang adalah keberhasilan Presiden SBY.
Tidak kalah dengan argumen Andi Alfian Mallarangeng, Indra J Piliang membantah pernyataan tersebut dengan mengatakan, tidak mungkin DPR RI akan mengesahkan atau menyetujui aturan atau perundangan yang didukung hanya oleh partai yang mengantongi 7 persen suara, seperti Partai Demokrat berdasarkan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2004. Jadi persetujuan DPR atas semua produk peraturan dan perundangan yang lahir di pemerintahan sekarang adalah karena peranan JK, yang kebetulan menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar. Dan partai beringin ini adalah partai pemenang Pemilu 2004.
Dengan kata lain, Indra J Piliang ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintahan pimpinan SBY tidak akan mungkin mampu berbuat banyak tanpa bantuan Partai Golkar. Partai beringin mau membantu SBY, karena dorongan Wakil Presiden JK yang kebetulan adalah pimpinan tertinggi partai tersebut. Jadi kata siapa, jelas Indra J Piliang, peranan JK tidak besar dalam pemerintahan sekarang. Justeru karena peranan JK yang sangat besar, sehingga pemerintahan saat ini dianggap cukup berhasil dalam beberapa hal, seperti perjanjian damai di Aceh.
Perdebatan yang terjadi antara Andi Alfian Mallarangeng dan Indra J Piliang adalah secuil dari banyak persoalan yang dituding berbagai pihak sebagai akibat tim sukses pasangan SBY-Boediono kehilangan isu-isu sentral. Bahkan karena minimnya isu-isu strategis, salah seorang tim suksesnya sampai kelepasan omong, yang menyebabkan akhirnya dia harus minggir dari gelanggang Pilpres.
Memang tidak ada aturan atau larangan yang menyebutkan bahwa tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tidak diperbolehkan meniru atau menjiplak suatu program terbeken. Misalnya lagu iklan Indomie yang syairnya telah diubah menjadi syair dukungan untuk SBY. Atau tata cara pendeklarasian SBY-Boediono yang dimirip-miripkan dengan deklarasi Barach Husien Obama, saat mencalonkan diri menjadi calon presiden negara adi daya, Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.
Apa yang dilakukan tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden SBY-Boediono dinilai sah-sah saja. Sepanjang tidak ada komplain dari pihak yang merasa dirugikan, misalnya perusahaan yang memproduk Indomie, atau perancang pendeklarasian Barack Husein Obama. Dan seperti kita ketahui, dari mereka belum ada gugatan atau pun pernyataan keberatan. Hanya yang jadi persoalan adalah apakah perbuatan tersebut etis sesuai dengan norma-norma yang kita anut selama ini? Lainnya adalah apakah benar, tim sukses pasangan tersebut telah kehabisan isu?
Jika asumsi yang terakhir benar, pertanyaannya adalah apakah yang dikerjakan SBY dalam lima tahun terakhir ini, jika semua program dan keberhasilan yang ada ternyata buah pikiran orang lain? Inilah yang mesti dijawab dan dielaborasikan kepada masyarakat, sehingga kita jelas dan tahu, siapa yang benar dan siapa yang salah atas nama keberhasilan itu sendiri! (*)