Gerakan HMI Terjebak Kepentingan Elit?

Senin, 8 Maret 2010
Sumber : Inilah.com

08/03/2010 - 13:45 Gerakan HMI Terjebak Kepentingan Elit?
R Ferdian Andi R


(inilah.com/Wirasatria)INILAH.COM, Jakarta — Relasi senior-yunior dalam organisasi kemahasiswaan amat kental mewarnai gerakan mahasiswa saat ini. Independensi gerakan mahasiswa pun dipertanyakan. Hal ini bisa dilihat pada lembaga mahasiswa mainstream seperti HMI, PMII, IMM, PMKRI. dll.

HMI, misalnya, mendukung gerakan upaya pengungkapan skandal Bank Century tidak lepas dari peran senior-seniornya di DPR yang memotori Pansus. Namun, hal berbeda ditampilkan oleh PMII yang seniornya di PKB tidak mendukung upaya pengungkapan Century.

HMI bersama GMKI, GMNI, HIKMABUDHI, KAMMI, PMKRI dan PII seirama dalam menyikapi kasus Century. Ini terlihat dari keterlibatan lembaga mahasiswa yang bernama Cipayung Plus ini dalam melakukan aksi jalanan maupun diskusi tentang tema-tema terkait kasus dana talangan Bank Century Rp6,7 triliun. Kelompok Cipayung plus pun juga aktif mengunjungi pansus untuk melakukan audiensi dan desakan moral.

Tapi gerakan seperti ini absen dilakukan PMII.
Kenapa? Ya..itu tadi, seniornya di sejumlah partai, antara lain PKB, tidak mendukung.


Informasi yang INILAH.COM dapatkan, absennya PMII dalam aksi Century tidak terlepas dari intervensi mantan Ketua Umum PB PMII Muhaimin Iskandar yang kini Ketua Umum DPP PKB.

"Saya ditelpon Cak Imin dan Marwan Ja’far (Ketua FPKB) agar tidak intervensi anak PB PMII untuk aksi soal Century. Ya sudah, saya tidak riwuk-riwuk di PB PMII,” ucap mantan Ketua PB PMII yang kini aktif menjadi anggota DPR.


Selain soal relasi yunio-senior, gerakan mahasiswa saat ini mendapat kritik tajam dari masyarakat, terutama kerena makin seringnya terjadi kekerasan saat demo. Di jejaring sosial facebook, muncul gerakan bubarkan HMI. Tidak itu saja, Inilah.com mendapat kiriman artikel yang mengkritik cara-cara kekerasan yang dilakukan mahasiswa saat demo.

Ketua DPR Marzuki Alie yang juga alumnus HMI pun mengimbau agar aktivis HMI mampu menahan diri. “HMI hendaknya mampu menahan diri, jangan sampai benturan ini menjadi pemicu dan memperlebar permasalahan,” ujarnya ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/3).


Menurut dia, aspirasi harus disampaikan dengan cara yang baik dan kepala dingin. Aspirasi akan sampai jika dilakukan dengan cara kondusif. “Bagaimana aspirasi sampai jika demo tidak berjalan kondusif. Sebuah keniscayaan dalam alam demokrasi, aspirasi akan direspons dengan baik,” ujarnya.

HMI dalam kasus Bank Century memang cukup intens terutama terkait dengan para seniornya. Sebagaimana dimaklumi, senior HMI memang tersebar di hampir semua partai politik. Ada yang di Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Hanura, dan partai politik lainnya.

Organisasi kemahasiswa seperti HMI menjadi daya pikat tersendiri untuk menjadi pendobrak dalam melakukan aksi politik, termasuk sebaliknya.


Sementara, anggota Dewan Pakar KAHMI Indra Jaya Piliang menilai aksi mahasiswa HMI di Makassar merupakan reaksi atas tindak kekerasan bukan pihak yang melakukan brutalitas dan vandalisme.

"Untuk gerakan mahasiswa Makassar memang terdiri dari beragam elemen aksi yang tidak satu tujuan. Dan sejak dulu, Makassar termasuk daerah terpanas dalam aksi-aksi mahasiswa dan massa,” ujarnya.

Lebih lanjut Indra berharap agar kasus kericuhan Makassar agar dijernihkan. Menurut dia, lokasi kampus di Makassar yang memiliki jarak dekat dengan jalan raya dan satu lokasi menjadi salah satu penyebabnya.


"Jadi, mirip Salemba-Rawamangun sebelum kampus-kampusnya disebar. Ini kejadian berulang. Butuh perencanaan makro dan jangka panjang untuk mengatasinya,” ujarnya.

Peristiwa kericuhan Makassar sejatinya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen baik para aktivis, para senior, aparat penegak hukum untuk memastikan proses demokratisasi melalui aksi jalanan tidak kembali berujung ricuh.

Relasi senior dan yunior dalam praktiknya tidaklah salah. Namun jika pada akhirnya hubungan itu berujung patron-klien sepatutnya dihindari. Setidaknya untuk memastikan gerakan mahasiswa murni aspirasi publik, bukan aspirasi para senior. [mor]

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com