12 Mei

Selasa, 11 Mei 2010

12 Mei

ya,ya...
saya ingat itu, tuan
dengan sendal jepit warna merah, kudatangi gedung mpr-dpr.
tgl 19 Mei 1998
bermalam di dalamnya
pukul 3 pagi 20 mei, kami lari seperti limbubu
mendengar isu tank-tank diluar hendak membuat pentas Tian Anmen.
 
dan ya, 12 Mei 1998 para mahasiswa ditembak di Trisaksi
13 mei pagi aku datang, berduka, ke kampus itu
lalu jalanan mulai terbakar
pada siang hari, anak-anak sekolah pulang dan berperang hadapi polisi
polisi lindungi diri dg peluru karet, sejak pagi belum dapat nasi
sebuah truk tanpa penumpang, berlari kencang hendak melindas polisi2 itu
tapi menabrak trotoar dan menimpa org2 yg berkerumun
 
ada lima-enam anak2 sma bertelanjang dada tertembak peluru karet
mahasiswa trisakti hanya di dlm kampus.
termasuk aku,
tapi mata kami pedih, dibalur pepsodent, menahan gas-gas air mata
 
itu bukan reformasi, juga bukan revolusi
tapi api yang membakar jakarta
manusia yang mengular melintasi jalanan
dipimpin oleh anak-anak sekolah yg tdk berbaju
anak-anak muda yang marah
tapi anak-anak muda yg juga masa depannya entah
 
ya, ya, ya....
 
tan malaka
kolonialisme musuhmu!
kapitalisme musuhmu!
feodalisme musuhmu!
katanya, berapi2 dalam meja diskusi.
 
"tapi kau memang merdeka, belum 100%!" katanya di Persatuan Perjuangan
 
kolonialisme pergi
kapitalisme masuk
feodalisme bercambah-cambah, berubah bak amoeba, memakan apa saja di negeri ini!!!
 
apa ini yang namanya merdeka?
 
tidak, tuan. aku tidak lagi muda
terlalu tua dibandingkan dengan Tan, Hatta, Syahrir, Aidit, atau bahkan Soekarno
ketika hendak berbuat sesuatu buat ini negeri
 
eloklah kita tunggu anak-anak muda berikutnya
dengan satu tugas: melawan kita yang sudah tua ini
yang sudah busuk ini
yang sudah gagal dengan segala sesuatu yang kita anggap ideal
dalam wajah liliput: ketakutan di labirin-labirin perasaan
 
tempat ini, di sebuah republik, 12 mei 2010

 

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com