Jangan Balas "Keajaiban" Malaysia

Selasa, 28 Desember 2010

Jangan Balas "Keajaiban" Malaysia

Banyak pihak yang mengatakan bahwa biang kerok kekalahan tim nasional Indonesia di Bukit Jalil adalah sinar laser. Bahkan, lebih menakutkan lagi, ada juga yang mengatakan bahwa teror atas tim nas dilakukan sejak dari bandara sampai lapangan bola. Serbuk tertentu menyebabkan para pemain timnas gatal-gatal.

Taruhlah memang laser yang menyebabkan timnas kalah. Taruhlah serbuk “gatel” itu yang mempengaruhi konsentrasi pemain timnas. Apapunlah. Tapi apa kita hendak membalasnya?

Kalau kita percaya bahwa kebangkitan dunia sepakbola adalah buah kerja para pemain, beserta kedisiplinan yang dibawakan oleh pelatih, kenapa kita mau mengubah hasil pertandingan dengan teror serupa?

Kita perlu percaya bahwa timnas kita memang baik. Timnas kita adalah buah dari kerja keras yang lama dengan soliditas kuat. Timnas kita bukanlah tim ayam sayur yang mudah terpukau oleh kelip lampu kamera televisi. Timnas kita adalah manusia-manusia yang memiliki tanggungjawab profesi tinggi, sekaligus kebanggaan yang berlebih atas garuda.

Maka, berikan kepercayaan itu kepada timnas. Tanpa harus menolong dengan cara-cara atau saran-saran yang muncul di blog, twitter, facebook, milis ataupun black-berry akhir-akhir ini. Banyak pesan-pesan negatif bahwa teror perlu dilakukan terhadap timnas Malaysia, bahkan termasuk penontonnya. Tujuannya: meraih kemenangan.

Kalau kita masih menganggap bahwa cara-cara diluar lapangan itu akan membantu kemenangan timnas, kita tentu juga percaya kepada para petinggi sepakbola yang menyalahkan hal-hal di luar lapangan. Para petinggi sepakbola, sebagaimana juga bulutangkis dan olahraga yang juara lainnya, selalu saja adalah pihak yang lebih banyak mengurus diri mereka, ketimbang pemain.

Dulu, para pejabat pemain-pemain All England di bulutangkis naik kelas bisnis di pesawat, sementara pemainnya malah kelas ekonomi. Kita tahu bahwa dunia olahraga di negeri ini bagi pejabat adalah dunia yang penuh privelese, bukan pengabdian. Dulu, rangkap jabatan menjadi hantu bagi organisasi olahraga, demikian juga sekarang ini. Bukan hanya di pusat, terlebih lagi di daerah.

Padahal, sebagaimana ditulis oleh Bambang Pamungkas di blognya (www.bambangpamungkas20.com):

“Rekan-rekan kekalahan ini harus berhenti di ruangan ini. Kita tidak memerlukan pembahasan yg lebih panjang mengenai apa yg terjadi malam ini, tidak ada saling menyalahkan tentang apa yg terjadi di lapangan tadi. Kita menang bersama-sama dan sudah seharusnya kita juga kalah bersama-sama”.

Jadi, jangan bebani pemain dengan mencari cara untuk meneror timnas lawan. Taruhlah cara itu berhasil, antara lain dengan membidikkan laser. Pemain timnas lawan menjerit, misalnya. Tetapi tetap saja cara-cara itu menyebabkan justru Indonesia buruk di mata dunia. Dan itu berarti kegagalan berkampanye sebagai tuan rumah bagi banyak piala di masa datang.

Atau, karena ingin lebih keras lagi, lalu ada penonton yang menciderai pemain timnas lawan.  Cara-cara itu malah bisa menyebabkan FIFA menghentikan permainan dan memberikan kemenangan WO kepada Malaysia.

Kita akan jatuh, lalu tertimpa tangga, hanya karena sikap ingin membalas peristiw-peristiwa “ajaib” di Malaysia sana.

Kalau kita memiliki keyakinan bahwa Timnas Indonesia adalah Timnas yang dewasa, Timnas yang lahir lewat penggemblengan panjang, Timnas yang memiliki masa depan baik untuk meraih banyak piala; maka mari berhenti memberikan “bantuan-bantuan” aneh, termasuk lewat santet dan pelet. Tak perlu juga menggadang-gadangkan Jupe atau Rahma Azhari untuk aksi-aksi binal. Itu kejauhan.

Yakin saja: Timnas Indonesia akan jadi juara. Toh sekarang sudah, minimal Juara Dua. Atau, dalam bentuk yang lain, Juara di hati kita.

Selamat berlaga, Sang Juara. “Garuda bukan burung perkutut...Sang saka bukan sandang pembalut...” kata Iwan Fals dalam syairnya...

Jakarta, 28 Desember 2010
Indra J Piliang, penikmat bola, tapi bukan penggila. Fans Chelsea, Inter Milan, Barcelona dan Semen Padang.

 

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com