Proyek Normalisasi Batang Sinamar Terkesan Sia-sia

Kamis, 29 September 2011
Sumber : Harian Haluan, 29 September 2011

Proyek Normalisasi Batang Sinamar Terkesan Sia-sia PDF Cetak Surel
Kamis, 29 September 2011 02:28

LIMAPULUH KOTA, HALUAN- Kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan bantaran dan tanggul sungai, pekerjaan normalisasi dan perkuatan tebing sungai Batang Sinamar di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, dengan dana miliaran rupiah, sepertinya sia-sia.

Pekerjaannya terkesan asal jadi. Kenyataan yang terjadi dilapangan, turap atau tebing galian pelurusan batang Sinamar yang dijadikan sebagai pembatas sungai, roboh dihanyutkan air, Rabu (21/9) malam. Sehingga batang Sinamar menjadi dua bagian, aliran air kembali ke lokasi semula, bahkan meruntuhkan tanah masyarakat di pinggiran tebing dihantam air Batang Sinamar.

Pantauan Haluan ke lapangan menemukan tebing pembatas sungai sebagian besar sudah dihanyutkan air, karena batu baronjong yang dipasang untuk penahan tebing terlihat hanya setinggi satu meter. Pasangan batu baronjong sepanjang hampir 9 meter terguling dan patah.

Keterangan beberapa masyarakat setempat yang enggan disebut jati dirinya, menyatakan keprihatinan mereka dengan pembangunan normalisasi Batang Sinamar tersebut. Sejauh ini belum terlihat manfaatnya bagi masyarakat. Sedangkan pelaksanaan pekerjaannya juga sudah terhenti hampir sebulan.

“Menurut yang kami dengar, semula pelurusan Batang Sinamar itu, untuk memperlancar aliran air, guna mencegah terjadinya banjir kiriman di musim penghujan. Namun kenyataannya belum ada manfaatnya bagi masyarakat. Bahkan Batang Sinamar jadi bertambah lebar dan merobohkan tanah masyarakat dipingirannya, ujar mereka.

Walinagari Balai Panjang, Yuharnis, Dt. Panduko Tun Putiah, ketika dijumpai kemarin, mengakui robohnya tebing penahan sungai tersebut bersama pasangan batu baronjong di kawasan itu. Ia mengakui, proyek pelurusan Batang Sinamar itu belum bermanfaat untuk pencegahan banjir. Padahal dana yang tercantum di papan plang nama proyek, untuk pekerjaan itu mencapai Rp9,9 miliar lebih.

“Jangankan dapat mencegah banjir yang selama ini tak jarang meruntuhkan tebing sawah masyarakat ketika banjir datang, bahkan ternyata tebing pembatas sungai tersebut yang dihanyutkan air. Sedangkan kita berharap, setiap proyek pembangunan di daerah ini dapat bertahan lama,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Limapuluh Kota, Yusdianto Yuswar yang hendak dikonfirmasi tentang masalah pembangunan normalisasi Batang Sinamar di Balai Panjang, belum dapat dihubungi. Selama setahun terakhir, Kadis PU Yusdianto Yuswar sulit dihubungi wartawan untuk konfirmasi proyek-proyek yang dibangun di Kabupaten Limapuluh Kota. (h/zkf)

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com