Golkar Daerah Bulat Usung Ical
Jumat, 28 October 2011
Sumber : Sindo, 28 Oktober 2011| Golkar Daerah Bulat Usung Ical | | |
| Friday, 28 October 2011 | |
| JAKARTA– Seluruh pengurus Partai Golkar di 33 provinsi secara bulat dan tegas menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menjadi calon presiden (capres) 2014. Pandangan Umum DPD I Partai Golkar dari 33 provinsi ini juga diklaim sebagai suara atau aspirasi seluruh DPD II tingkat kabupaten/kota serta ormas sayap partai yang ada di daerah. Bahkan seusai menyampaikan pandangan umum, perwakilan dari 33 DPD yang umumnya ketua itu membacakan pernyataan sikap bersama dengan naskah komitmen yang mereka tanda tangani. “Setelah mencermati dan mengamati, kami bersepakat untuk mencalonkan Aburizal Bakrie dalam Pilpres 2014,”kata Ketua DPD I Sulawesi Tenggara Ridwan Bae yang didaulat membacakan pernyataan sikap bersama, didampingi seluruh ketua DPD pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Partai Golkar, Jakarta, kemarin. Dalam komitmen itu para ketua DPD berjanji akan bekerja keras untuk menyukseskan pencalonan Ical ke daerahdaerah. Ridwan yakin dukungan dari daerah juga terus menguat dengan mesin partai yang terus bekerja untuk kemenangan Golkar dan pencalonan Ical sebagai presiden. Setelah pembacaan pernyataan sikap oleh 33 DPD seluruh Indonesia,Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Leo Nababan mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Sumatera Utara juga membacakan komitmen sama untuk mencalonkan Ical sebagai presiden. “Saya juga mengajak daerah lain untuk menggalang kekuatan untuk pencalonan ketua umum pada 2014,”ungkapnya. Seusai pembacaan pernyataan sikap itu Ical kembali menegaskan bahwa dia sangat menghargai aspirasi dan dukungan dari daerah. Meski begitu dia tetap mengingatkan bahwa Golkar tidak hanya ingin memiliki capres, melainkan capres terpilih.Karena itu, dia menunggu hingga rapimnas tahun depan untuk melihat peningkatan elektabilitas Golkar serta dia sebagai capres. “Calon kita harus menjadi calon jadi, tapi saya yakin dukungan tadi tulus untuk kepentingan partai dan bangsa,” katanya. Dia berharap tren elektabilitas Golkar tahun depan lebih dari 25% dan dirinya bisa tembus 20%.“Kalau itu tercapai, saya akan secara resmi mengumumkan pencalonan di Rapimnas 2012,”katanya. Ketua Departemen Kajian Kebijakan DPP Partai Golkar Indra J Piliang mendukung langkah Ical dan peserta rapat untuk tidak menetapkan capres saat ini.“Saya sendiri tidak mendukung rapimnas kali ini mengambil keputusan soal capres 2014-2019. Dan saya teguh dengan sikap itu,” ujarnya. Menurut Indra,tidak ada gunanya Partai Golkar “mengganggu” jalannya pemerintahan sekarang dengan kampanye masif untuk Pilpres 2014.Tugas Partai Golkar untuk pemerintahan sekarang jauh lebih penting, ketimbang memutus siapa capres yang diusung. Perbaikan Ical menjelaskan, Golkar akan melakukan sejumlah perbaikan setelah beberapa hasil survei menyatakan dirinya belum berada di posisi puncak. Perbaikan akan dikebut dalam satu tahun mendatang. “Perbaikan ini akan menentukan kemungkinan saya memang layak maju sebagai capres atau tidak,” katanya seusai memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Indonesia (ITI), Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten,kemarin. Berdasarkan hasil survei terbaru Jaringan Suara Indonesia (JSI) tentang tren figur capres di mata publik, Ical hanya mendulang 13,7% suara,Megawati di posisi pertama dengan 23,8 % dan Prabowo Subianto 17,6%. Adapun hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) melansir Ical hanya memperoleh suara 6,8%, Prabowo meraih 28% suara, dan Mahfud MD 10,6%. Pada survei Reform Institute, Ical justru memperoleh dukungan terbanyak,13,58%. Peneliti senior dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Barkah Pattimahu mengatakan, Golkar adalah partai besar yang punya pemilih loyal sebagaimana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tren penambahan dukungan ke Partai Golkar sebagaimana hasil berbagai survei diperoleh karena mendapatkan migrasi dari pemilih yang kecewa terhadap partai pilihan lain. “Faktor yang menyebabkannya ialah banyak pemilih tak loyal yang bermigrasi ke Golkar, karena Golkar bisa memanfaatkan secara maksimal situasi dan kondisi yang terjadi di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono dan kasus-kasus yang terjadi di Partai Demokrat,”kata Barkah. rahmat sahid/ neneng zubaidah |
Berita Sebelumnya

