IJP saya kenal lewat tulisannya, seperti juga yang lain. Secara langsung saya melihatnya pada sebuah acara "transformasi"-nya di Universitas Paramadina. Dalam blog saya (http://yankoer.multiply.com), saya posting juga tentang IJP. Indra sepertinya ingin mengembalikan kejayaan Minang. Mungkin bahasa lainnya adalah ingin "Menegakkan Batang Terendam". Dulunya, kaum Minang begitu massif di berbagai tempat. Intelektual kita banyak yang lahir dari sana. Namun berjalan waktu, orang-orang Minang yang berbobot itu menurun secara sistematis. IJP ingin mengembalikan itu. Selamat untuk IJP yang jadi politisi! Semoga bisa menjadi Politisi yang amanah, dan lebih mementingkan kepentingan umat.
(Yanuardi Syukur, Dosen, Univ. Halmahera)

Jika dilihat dari pertemuan, hanya beberapa kali bertemu dengan Uda Indra dalam sebuah forum, terakhir kali saya bertemu, yakni ketika peluncuran buku karya Alfan Alfian di Universitas Paramadina..

Pertemuan itu begitu singkat, hanya beberapa detik saja..Akan tetapi, ada hal yang sangat saya maknai pertemuan ketika itu..Yakni, ketika sedang asyik terlibat obrolan ingin mendirikan JK Institute, pada saat itu saya ingin pamit pulang..Ketika itu, Uda Indra dengan cepat memberikan amanat kepada salah satu Senior saya (Arif Satria, red), yakni "titip Yosep ya Rif"..

Memang, jika ditelisik dengan masuk kuping kanan keluar kuping kiri, tidaklah berarti pemaknaan kata itu..Tetapi, setelah saya renungi, ternyata Uda Indra adalah orang yang sangat bersahaja, penuh perhatian, dengan suasana keakraban seorang sahabat, maupun kekeluargaan.. Saya sangat menyukai karya-karya yang telah beliau publish..Penggunaan kata demi kata yang membuat saya terhenyak dalam lamunan bahwa sosok seorang IJP memiliki ciri khas dalam berkarya..Tidak hanya bagi kaum menengah keatas yang menyukai, tetapi seperti kami yang senantiasa "hidup" di tepi jalanan sangat mendambakan sosok seperti beliau..

Beliau yang saya kenal adalah sosok Intelektual Politisi maupun Politisi Intelektual..Sangat jarang ditemui di bumi persada Indonesia ini..Klo pun ada, hanya dapat dihitunga dengan jari tangan..Indra Jaya Piliang adalah bagian dari Intelektual Organik Indonesia.. Karya-karya yang telah diciptakan SANGAT perlu untuk dilestarikan.. Bravo IJP.. Rakyat Indonesia Menantimu.... Yakin Usaha Sampai.....

(Yosep Fernando, Ketua, HMI Jabotabeka)

Bang IJP, pertama kali mendengar namanya ketika pada tahun 2007. Saya disuruh oleh senior saya di Trisakti untuk menghubunginya dan meminta bang IJP agar mau menjadi salah satu pembicara pada seminar yang diadakan di Trisakti. Namun pada saat itu bang IJP sedang sibuk, jadi tak bisa hadir. Saya penasaran, tidak tahu bagaimana wajah bang IJP ini, sampai saat itu saya melihat di TV sedang berdebat membela Tim JK-WIN. Saya baru tahu ini ternyata abang yang membuat saya dimarahi sama senior saya, ternyata sekarang lagi debat di TV. Tersenyum senang saya melihatnya.

Lalu saya bingung kenapa abang ini susah sekali dihubungi?

Di dalam pikiran saya pasti bang IJP sedang sibuk di dalam dunia politik yang dinaunginya sekarang, sehingga tidak bisa hadir. Tetapi begitu kaget saya ketika waktu itu ada aksi di depan gd DPR RI yang menuntut kasus century dituntaskan. Saya melihat abang yang saya tonton di TV waktu itu sedang duduk di trotoar kotor di depan gerbang gd DPR RI bersama mahasiswa lainya yang sedang berorasi. Lalu saya duduk di sebelahnya sambil iseng bertanya "bang apa kabar?" Lalu dijawabnya "baik".

Karena saya tidak tau menanya apa, lebih baik saya diam saja takut menganggu bang IJP yang sedang sibuk dengan BlackBerrynya.

Tiba-tiba bang IJP itu bertanya "sudah makan belum?". Secara spontan saya menjawab "belum bang". Dengan spontan pula bang IJP menjawab "Kalau begitu ayo ikut saya, kita makan di situ!" sambil menunjuk para pedangng makanan gerobak yang ada di samping gd DPR RI. Saya mengikutinya bersama seorang fotografer yang dibawanya.

Sambil memakan tongseng yang dipesannya, saya mencoba untuk mengajak berbicara lumayan banyak. Saya bertanya hingga tidak terasa sudah habis makanan saya. Lalu saya merasa sedikit puas tau banyak tentang peristiwa politik yang sedang terjadi dari seorang peneliti politik yang luar biasa ini. Lalu terdengar suara memanggil dari belakang, ternyata teman saya memanggil untuk kembali ke kampus dan bergegas untuk membayar makanan.

Pada saat saya mengeluarkan uang tiba-tiba bang IJP berbicara "mahasiswa ga boleh bayar". Dengan muka bingung saya menjawab "terima kasih bang" sambil berpamitan untuk pulang. Lalu bang indra berkata "Terus berjuang, ya. Salam buat Ubed".

Di pembicaraan itu juga saya mengetahui bahwa bang IJP juga teman dari om saya, Ubedillah Badrun, salah satu tokoh idola saya .

Ketika di jalan menuju Grogol saya berpikir, ada seorang politisi yang namanya sudah terkenal di dunia politik indonesia mau ikut berjuang bersama mahasiswa di depan pagar yang begitu tinggi dan juga mau makan bersama mahasiswa di tempat makan yang mungkin bagi politisi sekelasnya itu tidak berkelas. Sejak saat itu saya mengikuti setiap tulisannya, baik di facebook ataupun di koran dan yang membuat saya ketagihan membaca buku Catatan Harian Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie .

Terima Kasih bang IJP secara tidak langsung telah banyak memberikan ilmu kepada saya, walaupun untuk kedua kalinya saya dimarahi karena tidak bisa mengundang bang IJP pada pelantikan Keluarga Mahasiswa Minang Jakarta Raya (KMM JAYA) pada bulan February 2010 dengan kata - kata yang sama pada waktu itu "saya sedang ada urusan" hehehe.

Semoga bang IJP terus berjuang bukan atas nama rakyat tetapi berjuang bersama rakyat !!

(Febry Nara, Mahasiwa FH Trisakti)
Saya mengenal beliau ini ketika musim kampanye...minat politik muncul ketika Jusuf Kalla maju sebagai capres. Kenapa berminat ? karena saya setuju dengan cara JK melihat masalah dan apa gagasan untuk mengatasinya. JK telah berhasil menggambarkan betapa menariknya tontonan politik itu. Saya respek dengan mereka2 yang berada dalam satu perjuangan dengan JK, termasuk kepada bung indra. Ya masalah per-JK-an ini hanyalah sebagai pintu masuk untuk mengenal IJP dan menjadi barisan dibelakangnya
(ardiansyah, Senior Consultant, SBU Consulting)
Bng Indra idola saya....
(fajri alfalah, mahasiswa sejarahUNP)
Indra J Piliang.... Pertama mendengar nama ini saya terkesima karena satu suku dengan ayah saya (Piliang). Apatah lagi Dia hadir di forum-forum nasional. Pikiran-pikirannya bernas, statementnya lugas, performance nya pantas... apalagi dia dari anak "NAGARI" Minang Kabau yang juga tempat nenek moyang saya lahir. Kehadiran beliau di tubuh GOLKAR akan membawa optimistis kita untuk GOLKAR yang Idealis. Kecerdasan beliau dirasa cukup disegani oleh kalangan aktivis lain... Bravo IJP... Nan paralu diingek "Babuek Baiak Pado-padoi... Babuek Jahek Sakali Jangan..."
(Anis Murzil ST, Pekanbaru, Salemba Group)
Saya sempat agak was-was melihat anda di masa kampanye. Sebagai intelektual muda, ketika anda begitu bersemangat sebagai tim sukses, saya kuatir kepribadian,integritas dan intelektualitas anda lebur dalam mentalitas kerumunan yang cenderung irrasional. Tapi di saat akhir, rem anda masih bekerja.Masih jauh lebih baik dari sejumlah tokoh muda lainnya yang tak sanggup 'berhenti'. Saya mengundang anda sesekali mampir di http://sociopolitica.wordpress.com/
(Rum Aly)
Saya kenal mas Indra dari tulisan-tulisannya di berbagai media massa. Yang belum saya tahu adalah mengapa mas Indra bisa gabung ke CSIS. Bukankah CSIS adalah lembaga think thank nya Orde Baru? Di bidang ekonomi, bukankah CSIS juga lembaga yang mempromosikan pasar bebas? mungkin mas Indra bisa menjawabnya. Maaf bila tidak berkenan.
(Firdaus Cahyadi, Knowledge Officer, One World-Indonesia)
Saya mengenal mas Indra sebagai pengamat politik CSIS. Sempat kecewa ketika mas Indra masuk dalam partai beringin, namun saya kagum selama mas Indra menjadi tim sukses JK-Wiranto bisa mendedikasikan kemampuan terbaiknya sebagai seorang komunikator politik. Salam, Edo Segara, SE. Humas KAMMI Pusat 2009-2010
(Edo Segara, Humas, KAMMI Pusat)
Saya kenal beliau hanya melalui TV sebagai tim sukses JK WIN. Bicaranya lugas dan ilmiah. Saya menaruh hormat pada beliau.
(Rusdi Mustafa, Engineer, INCO)
1 |  2  | 3 | 4 | 5    
© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com