Saya mengenal beliau ini ketika musim kampanye...minat politik muncul ketika Jusuf Kalla maju sebagai capres. Kenapa berminat ? karena saya setuju dengan cara JK melihat masalah dan apa gagasan untuk mengatasinya. JK telah berhasil menggambarkan betapa menariknya tontonan politik itu. Saya respek dengan mereka2 yang berada dalam satu perjuangan dengan JK, termasuk kepada bung indra. Ya masalah per-JK-an ini hanyalah sebagai pintu masuk untuk mengenal IJP dan menjadi barisan dibelakangnya
(ardiansyah, Senior Consultant, SBU Consulting)
Bng Indra idola saya....
(fajri alfalah, mahasiswa sejarahUNP)
Indra J Piliang.... Pertama mendengar nama ini saya terkesima karena satu suku dengan ayah saya (Piliang). Apatah lagi Dia hadir di forum-forum nasional. Pikiran-pikirannya bernas, statementnya lugas, performance nya pantas... apalagi dia dari anak "NAGARI" Minang Kabau yang juga tempat nenek moyang saya lahir. Kehadiran beliau di tubuh GOLKAR akan membawa optimistis kita untuk GOLKAR yang Idealis. Kecerdasan beliau dirasa cukup disegani oleh kalangan aktivis lain... Bravo IJP... Nan paralu diingek "Babuek Baiak Pado-padoi... Babuek Jahek Sakali Jangan..."
(Anis Murzil ST, Pekanbaru, Salemba Group)
Saya sempat agak was-was melihat anda di masa kampanye. Sebagai intelektual muda, ketika anda begitu bersemangat sebagai tim sukses, saya kuatir kepribadian,integritas dan intelektualitas anda lebur dalam mentalitas kerumunan yang cenderung irrasional. Tapi di saat akhir, rem anda masih bekerja.Masih jauh lebih baik dari sejumlah tokoh muda lainnya yang tak sanggup 'berhenti'. Saya mengundang anda sesekali mampir di http://sociopolitica.wordpress.com/
(Rum Aly)
Saya kenal mas Indra dari tulisan-tulisannya di berbagai media massa. Yang belum saya tahu adalah mengapa mas Indra bisa gabung ke CSIS. Bukankah CSIS adalah lembaga think thank nya Orde Baru? Di bidang ekonomi, bukankah CSIS juga lembaga yang mempromosikan pasar bebas? mungkin mas Indra bisa menjawabnya. Maaf bila tidak berkenan.
(Firdaus Cahyadi, Knowledge Officer, One World-Indonesia)
Saya mengenal mas Indra sebagai pengamat politik CSIS. Sempat kecewa ketika mas Indra masuk dalam partai beringin, namun saya kagum selama mas Indra menjadi tim sukses JK-Wiranto bisa mendedikasikan kemampuan terbaiknya sebagai seorang komunikator politik. Salam, Edo Segara, SE. Humas KAMMI Pusat 2009-2010
(Edo Segara, Humas, KAMMI Pusat)
Saya kenal beliau hanya melalui TV sebagai tim sukses JK WIN. Bicaranya lugas dan ilmiah. Saya menaruh hormat pada beliau.
(Rusdi Mustafa, Engineer, INCO)
Kenangan manis saya bersama Indra Jaya Piliang (IJP) adalah saat menikmati masakan kepiting khas "Pondok Katu" Ternate, Maluku Utara, usai Focus Group Discussion untuk Voters Education Maret 2008 lalu. Disanalah ketajaman analisis politik IJP teruji mampu mengurai kebutuhan mendasar bagi pemilih di daerah untuk Pemilu 2009. Hebatnya lagi, disitu pula (antara Ternate dan Tidore) IJP mengonstruksi lebih jernih lagi Tesis S2nya:  Bouraq-Singa Kontra Garuda sebagai Lambang Perlawanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terhadap Negara Republik Indonesia (NRI): Kajian Semiotika dalam Perspektif Komunikasi Antar-Budaya . Sangat jelas jiwa nasionalisme dan pembelaan (pejuang) IJP bagi masyarakat daerah nan multikultur. Senayan 2009 ke depan mungkin kembali lebih bermartabat dengan adanya IJP yang lugas, cerdas, nasionalis dan humanis. Semua itu adalah modal sosial teramat berharga terutama untuk "KEMBALIKAN KAMPUNG HALAMAN IJP" [M. Iqbal, M.Si. Dosen-Peneliti- kandidat doktor Ilmu Komunikasi UI]
(M. Iqbal, M.Si., Dosen-Peneliti, Ilmu Komunikasi UAI)
Indra jaya yang mencalonkan diri jadi wakil rakyat harus hati2. Godaan korupsi itu banyak sekali. Ibaratkan hari hujan sendirian, tiba2 muncul wanita sexi yang menggetarkan. Nauzubillah! Malu dong kalau urang awak jadi koruptor lagi. Biar uda ngak jadi konglomerat tapi bersih dari berjuta mata pemerhati uda Indra, juga dimata Tuhan. Take care.
(syams razak, labour, kencana H L)
Ass.wr.wb. Adinda Indra.... Saya kira sejak 3-4 tahun lalu saya sudah mengikuti perkembangan Anda dari kejauhan. Saya sering baca tulisan Anda dan menyaksikan celoteh dan lagak-lagu Anda di TV. Karena itu, ketika Anda memutuskan maju sebagai caleg untuk Partai Golkar, saya sangat gembira. Pasalnya, selain karena Anda "urang awak", juga saya melihat ada nuansa idealisme dalam setiap lontaran pikiran Anda. Saya doakan Anda sukses, dan jika berhasil menjadi anggota legislatif, jangan lupa pepatah orang Minang berikut ini: Kok balaie ka rantau ikie Pai ka mudiak padang sibusuak Singgah sabanta di sikabau Samantang janji nan biaso mungkie Titian nan biaso lapuak Tapi itu pantangan anak Minangkabau! Artinya, setelah menjadi anggota legislatif nanti bung Indra diharapkan jangan pernah melupakan janji di saat kampanye. Demikian, terima kasih. Salam (ambo urang awak juo asal Tanah Datar).
(Amri Rasyidin, Kabag Perencanaan, UIN Jakarta)
1 |  2  | 3 | 4 | 5    
© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com